Tampilkan postingan dengan label KOMIK STRIP DOBO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMIK STRIP DOBO. Tampilkan semua postingan
Selasa, 23 September 2014
Selasa, 16 September 2014
Kamis, 03 April 2014
DOBO 08: Bau Badan
Nyanyian Dobo membuat burung-burung kabur dari sarangnya, kalau di jaman sekarang mungkin akan mengganggu sinyal penerbangan.
Hal lain yang membuat nggak nyaman adalah bau badannya yang membuat mabuk penghuni sungai.
Rabu, 26 Maret 2014
Rabu, 19 Maret 2014
DOBO 06: BELAJAR DARI PENGALAMAN
Asbu Jamke, singa paling buas di lembah Cingku Rongga rupanya cukup cerdas, ia tak mau untuk kedua kalinya kejatuhan tubuh Dobo yang cukup berat.
Namun perkiraannya kali ini meleset, ia tetep kena sial.
Sepertinya Dobo dan Asbu Jamke akan jadi musuh bebuyutan, dengan perseteruan tak kunjung henti.
Kamis, 13 Maret 2014
Kamis, 06 Maret 2014
KOMIK STRIP DOBO 04: DILARANG BERKOKOK
Dobo terperangah, ia tidak mempercayai apa yang dia lihat.
Berbagai makanan lezat melayang-layang di sekelilingnya. Mereka bagaikan kupu- kupu yang menggoda nurani untuk segera mencaploknya.
Ada daging mammuth, daging rusa, ikan gurami, buah-buahan, umbi-umbian, semuanya membuat air liur Dobo menetes tak karuan.
"Astaga,... Apakah aku ada di surga?"
Dengan semangat tinggi Dobo mencoba meraih daging mammuth yang melayang di depan hidungnya,....
Namun tiba tiba "Kukuruyuuuuuukk!!............ ..."
Kokokan ayam jantan membangunkannya dari mimpi.
"Ampun deh, gara-gara ayam itu aku gagal makan daging mammuth." Dobo menggerutu kesal.
"Yang,... Ayam itu menyuruh kita jangan malas. Kata kepala suku, bangun siang membuat rejeki di patuk ayam. Ayo lekas bangun!"
Istrinya Haibo, membujuknya untuk segera beranjak dari tempat tidurnya.
Dengan terpaksa Dobo pun beranjak dari peraduannya yang empuk.
Sudah beberapa hari ini dia sebel. Soalnya bunyi kokok ayam hutan membuatnya tak bisa bermalas-malasan.
"Sepertinya aku harus cari cara nih agar ayam itu tak berkokok lagi."
Hari terus berlalu, Suku gigi tongos menjalani hari seperti biasanya.
Sebenarnya dalam beberapa hari itu, Dobo berusaha untuk menangkap ayam hutan itu dengan berbagai cara tapi selalu gagal.
Hingga pada pagi ketiga.
"Kukuruyuuukkkk!..... Keeekkk!... Keeeghh!"
"Eh yank, kok bunyi kokok ayamnya beda ya?"
Haibo membangunkan suaminya.
"Mana aku tahu yang,... mungkin dia sedang sakit"
Hari mulai siang, Haibo melihat suaminya muncul dari pepohonan. Tampak ia menenteng seekor ayam hutan yang tubuhnya dipenuhi getah nangka.
"Yank, hari ini aku tak mendapatkan rusa, tapi hanya ayam hutan. Nggak apa-apa kan?"
"Ah nggak apa-apa kok"
"Yank... Kau emang istri paling cantik sedunia" Dobo mencium kening istrinya.
"Makaaaan!!!!" Dongbo berlari ke arah mereka.
Hari pun berlalu, pagi pun menjelang. Tapi pagi ini seluruh penghuni lembah Cingku Rongga bangun kesiangan.
"Waduh.... Aku seharusnya pergi ke ladang, nggak jadi deh." Werdo menggerutu.
"Astaga aku kan harus berburu rusa, siang begini jadi malas pergi, panas banget sinar mataharinya." Onblo ngedumel.
"Oaaahhhhh" Dobo terbangun dari tidurnya. Ia keluar dari rumah kayunya.
"Astaga ternyata sudah siang. Aku tidur nyenyak sekali hari ini."
"Yankk..." Haibo memanggilnya.
"Ada apa manisku."
"Kemarin kamu dapat ayam hutan darimana?"
"Memangnya kenapa?"
"Soalnya ayam yang biasanya berkokok hari ini nggak berkokok. Jangan-jangan yang kau tangkap ayam itu."
Waduh, kasih tahu nggak ya kalau memang ayam yang kemarin dia tangkap adalah ayam yang biasa berkokok di lembah Cingku Rongga. Tapi biarlah yang penting rejeki sudah tak dipatuk ayam lagi, pikir Dobo.
Kamis, 27 Februari 2014
Komik Strip DOBO : 03, OBESITAS
Bahkan Asbu Jamke, singa paling buas di lembah Cingku Rongga pun menyadari kalau obesitas-lah yang akan menghancurkan dunia, bukan terorisme, perang nuklir, jatuhnya meteor atau goyang oplosan.
Kecanggihan teknologi membuat orang malas bergerak, menciptakan monster lemak yang siap membunuh pelan-pelan umat manusia.
Jumat, 21 Februari 2014
Komik Strip DOBO : 02 "KAMUFLASE"
Badan yang gemuk membuat Dobo sulit bersembunyi, namun ia mempunyai solusi yang jitu saat harus bersembunyi dari bahaya yang mengancam.
Memang sih dia lolos dari kejaran si Badan Besar. Tapi akibat dari berendam di kubangan lumpur yang kotor, badannya jadi gatal-gatal. Pantatnya juga sakit akibat digigit kuda nil yang merasa privasinya terganggu.
Dalam hati Dobo cuma bisa menggerutu... "Sial, semua ini gara-gara ulah si Onblo."
![]() |
| Klik untuk Memperbesar |
Memang sih dia lolos dari kejaran si Badan Besar. Tapi akibat dari berendam di kubangan lumpur yang kotor, badannya jadi gatal-gatal. Pantatnya juga sakit akibat digigit kuda nil yang merasa privasinya terganggu.
Dalam hati Dobo cuma bisa menggerutu... "Sial, semua ini gara-gara ulah si Onblo."
Rabu, 12 Februari 2014
KOMIK DOBO: "PELONTAR"
Langganan:
Postingan (Atom)











